Ingin Mahir Menulis Fature? Ini Buku Pemandunya!

Kata kunci. Atau key words. Lazimnya hanya terdiri atas 5 patah kata saja. Maksimum 6 kata.

Apa fungsinya? 

Orang pinter (tidak mesti minum jamu tertentu) dengan hanya mengaitkan kata kunci satu sama lain (biasanya terdiri atas konsep, relasi, korelasi, dan mediasi), sudah tahu apa isi suatu wacana, atau buku.

Buku ini misalnya, hanya terdiri atas 5 kata kunci: wartawan, Asia, sumber berita, teknik menulis, feature. 

Sedangkan gagasan utama sebuah buku, terdapat di bagian tengah-tengah.

Nah, bagi Anda yang suka menulis feature. Halaman lain "buku pemandu wartawan" ini skip saja. Langsung ke halaman 147!

Ada apa di halaman itu? Contoh feature terbaik, sepanjang zaman. Tentu, menurut versi buku ini.

Banyak profesor dalam kesusasteraan memandang perumpamaan "Anak yang Hilang" dalam Alkitab sebagai cerita pendek yang sempurna karena setiap patah kata dalam perumpamaan tersebut diambil dari khasanah kehidupan sehari-hari. Hal ini menggarisbawahi kekuatan cerita itu dalam mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan rohani kepada para pendengarnya.
Baca Literasi Dayak

Dalam karya sastra, terkadang penggunaan unsur-unsur kehidupan sehari-hari dapat memperkaya narasi dan membuatnya lebih dekat dengan pengalaman manusia, sehingga memungkinkan pembaca atau pendengar untuk lebih mudah meresapi pesan yang ingin disampaikan oleh penulis atau pengajar. Perumpamaan "Anak yang Hilang" adalah contoh yang sangat baik dari penggunaan elemen-elemen kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan pesan moral dan spiritual yang mendalam.

"The Prodigal Son" atau "Anak yang Hilang" dalam Alkitab. Ini adalah salah satu dari banyak perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan terdapat dalam Injil Lukas, yaitu Lukas 15:11-32. Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki yang meminta bagian warisan kepada ayahnya, kemudian pergi ke negeri yang jauh dan hidup dalam pemborosan. Setelah kehidupannya yang mubazir ini merosot, ia kembali ke rumah ayahnya dalam penyesalan dan diampuni.

Ayahnya sangat gembira melihat anaknya yang hilang kembali dan merayakan kepulangannya dengan mengadakan perjamuan besar. Namun, anak yang lebih tua merasa cemburu dan tidak senang melihat perlakuan baik yang diberikan kepada adiknya yang hilang. 

Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan tentang kasih Allah yang penuh pengampunan dan kemurahan hati kepada semua orang yang bertobat.

Kisah ini mengandung pelajaran tentang pentingnya pertobatan, pengampunan, dan kasih Allah yang tak terbatas.

Para kontributor penulis buku ini senior, dan mahir di bidang masing-masing. Tak diragukan kepiawaian mereka. Maka meski kirbat lama, buku ini evergreen. 
Baca Dayak Suku Bangsa Artistik - menurut Mochtar Lubis

Tetap terasa nikmatnya bagaikan anggur baru!


LihatTutupKomentar